Kamis, 28 Januari 2021

Berita Hoax BPA Yang Terkandung Dalam Galon Guna Ulang Berbahaya Ternyata Berita Disinformasi

 

Bisnis.com

Sudah banyak sekali berita di media sosial yang mengatakan kandungan BPA yang berada di kemasan galon guna ulang itu berbahaya. Bahayanya pun bisa mengganggu kesehatan bayi, balita serta ibu hamil.

Berita yang sedang beredar tersebut sebenarnya berita disinformasi, karena Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah menjelaskan bahwa kemasan galon guna ulang memang mengandung BPA atau Bisphenol-A, namun BPA yang terkandung pada kemasan tersebut sudah memenuhi syarat ambang batas.

Hal tersebut berarti kemasan galon guna ulang aman untuk digunakan dan sama sekali tidak berbahaya untuk kesehatan manusia. Air minum dalam kemasan (AMDK) sendiri terdiri dari empat jenis, yakni air mineral, air demineral, air mineral alami. dan air embun.

Dijelaskan oleh Ema Setyawati yang merupakan Direktur Pengawasan Pangan Risiko Tinggi dan Teknologi Baru BPOM, bahwa keempat jenis AMDK yang sudah disebutkan tadi harus memenuhi syarat yang tercantum dalam Standar Nasional Indonesia (SNI).

 

Sumber:Kominfo.go.id

Cukup Bikin Geger Masyarakat, Ternyata Ini Fakta Bisphenol-A (BPA) Pada Galon Guna Ulang

 

Google.com

Sudah mengetahui fakta mengenai kandungan Bisphenol-A (BPA) yang terkandung pada kemasan galon guna ulang belum nih guys? Sebab, berita mengenai kandungan BPA yang hebohkan masyarakat belakangan ini cukup bikin banyak orang geger nih.

Memang benar bahwa kemasan galon guna ulang mengandung BPA, namun kalian harus tau faktanya terlebih dulu nih. BPA yang terkandung pada kemasan galon guna ulang sudah memenuhi syarat yang sudah ditentukan, jadi tidak akan membahayakan kesehatan bayi, balita, dan ibu hamil.

Karena jika kalian sudah lihat berita hoax BPA yang tersebar di Twitter, salah satu pengguna Twitter dengan nama akun @misterespect mengatakan kandungan zat BPA dalam galon isi ulang berbahaya bagi bayi, balita, dan ibu hamil itu adalah berita hoax guys jangan percaya begitu saja.

Karena BPA yang terkandung pada galon isi ulang sudah memenuhi syarat ambang batas dan sudah terbukti aman, Ema Setyawati selaku Direktur Pengawasan Pangan Risiko Tingi dan Teknologi Baru BPOM mengatakan "Kandungan BPA pada galon isi ulang masih memenuhi syarat ambang batas aman untuk digunakan."

 

Sumber:Suara.com

Harap Tenang, Kemasan Galon Guna Ulang Sudah Memenuhi Syarat Ambang Batas

Google.com

Kita sudah ketahui bersama saat ini banyak beredar berita hoax terkait dengan bahaya BPA pada kemasan air galon isi ulang. Beredarnya berita hoax tersebut juga sudah dibantah dan diluruskan oleh BPOM dan juga Kominfo, berita hoax itu juga sudah dikategorikan sebagai berita hoax disinformasi.

BPOM juga sudah megatakan bahwa untuk prduk air minum dan makanan aneka jenis kemasan sudah diizinkan untuk digunakan mulai dari kaleng, botol, gelas, karton, sampai aneka jenis plastik lainnya.

Dan sedangkan untuk kemasan air minum galon izin edar diberikan untuk kemasan PET dan PC, karena kedua jenis kemasan tersebut sudah memenuhi keamanan pangan yang telah ditentukan.

Kemasan galon isi ulang PC juga sudah diuji kemasannya oleh BPOM, dan hasilnya adalah kemasan galon guna ulang PC ini masih aman digunakan jika memenuhi syarat ambang batas yang sudah ditentukan.

Menanggapi berita hoax BPA yang beredar, Ema Setyawati yang merupakan Direktur Pengawasan Pangan Risiko Tinggi dan Teknologi Baru BPOM mengatakan "Hasil uji kemasan pangan dari plastik PC, sampai saat ini kadar BPA-nya masih memenuhi syarat ambang batas dan aman untuk digunakan."

Jadi bagi kalian yang menggunakan galon guna ulang tak perlu khawatir lagi, sebab Ibu Ema Setyawati sudah mengatakan bahwa kemasan tersebut aman karena sudah memenuhi syarat ambang batas.

 

Sumber: Akuratnews.com

Meski Mengandung BPA, Galon Isi Ulang Sudah Memenuhi Syarat dari BPOM, NIE Sampai SNI

 

Tribunnews.com

Meski mengandung bahan bisphenol-A (BPA), galon isi ulang yang selalu digunakan oleh masyarakat sudah memenuhi syarat dari NIE dan SNI. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tegaskan untuk masyarakat tak perlu takut dengan berita hoax yang beredar.

Secara rutin pemeirntah memeriksa Nomor Izin Edar (NIE) yang sudah diterbitkan BPOM pada label. Nomor tersebut menandakan pemenuhan persyaratkan pangan yang teruji aman dan bermutu. Proses isi ulang dilakukan di ruang dengan standard hygiene yang cukup tinggi.

Pada berita hoax itu disebutkan Ahli Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan RI, Iwan Nefawan, mengatakan Kemenkes telah meminta Komisi IX DPR RI supaya mendesak pihak BPOM segera mengeluarkan aturan bagi produsen makanan, minuman dan obat-obatan memberi label peringatan konsumen pada kemasan yang mengandung BPA.

Galon isi ulang PC untuk AMDK sudah digunakan di Indonesia dan di berbagai negara lain sejak puluhan tahun yang lalu sesuai dengan peraturan keamanan pangan yang berlaku.

Rachmat Hidayat selaku Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) mengatakan air minum dalam kemasan (AMDK) terdiri dari empat jenis, yaitu air mineral, air demineral, air mineral alami, dan air embun. Dan keempat jenis AMDK diatas harus memenuhi syarat yang tercantum dalam SNI.

 

Sumber:Tribunnews.com

Bantah Hoax BPA, Direktur Klinik Dian Perdana Medika Angkat Bicara

 

Google.com

Praktisi medis yang juga Direktur Klinik Dian Perdana Medika, Jawa Tengah, dr Dian Kristiani membantah berita tentang BPA dalam galon guna ulang yang mengutip namanya sebagai pembuat pernyataan.

Dian hanya mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dan teliti dalam memilih wadah berbahan plastik karena ada ketakutan mikropartikel yang terkandung di dalam plastik bisa mengandung BPA yang bisa berbahaya jika terkena panas dan terkonsumsi dalam jumlah besar dan dalam jangka panjang.

“Jadi saya tidak pernah menyampaikan bahwa mikropartikel plastik BPA itu yang ada di dalam galon guna ulang,” kata dia, Selasa (29/12/2020), saat dimintakan klarifikasinya soal pernyataannya di media yang mengatakan bahwa galon guna ulang itu berbahaya untuk kesehatan karena mengandung BPA.

Dia mengatakan, apa yang disampaikannya saat itu adalah lebih fokus kepada ketelitian memilih plastik yang mengarah kepada botol susu bayi dan tempat makan bukan galon guna ulang.

“Hal itu karena botol-botol susu dan wadah makan yang saat ini beredar di masyarakat banyak yang belum melalui proses pengujian atau aman dari bahan BPA. Jadi ditakutkan jika digunakan dalam kondisi panas secara berulang-ulang, mikropartikel di plastik BPA akan larut dalam air menembus sawar plasenta dan membahayakan bayi,” kata dia.

Mengenai galon guna ulang, dr Dian menegaskan, dari zaman dahulu sejak galon isi ulang ada pun, masih dianggap aman sampai saat ini. “Isu ini sudah direspon aktif oleh beberapa negara seperti Kanada. Bahkan Danone pun sudah lebih spesifik dalam pemilihan plastiknya sesuai kebutuhan. Jadi kalau ada yang menulis bahwa saya mengatakan galon isi ulang berbahaya, itu tidak benar,” kata dia.

Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Indonesia (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Broto Wasisto, DTM&H, MPH, juga mengatakan seorang dokter tidak bisa membuat pernyataan ke publik bahwa produk makanan atau minuman itu berbahaya jika tidak disertai bukti-bukti ilmiah.

Menurutnya, bukti-bukti ilmiah itu bisa diperoleh dari hasil penelitian yang baik dan itu pernah dimuat dalam majalah atau jurnal yang baik dan dipercayai oleh para ahli atau para profesional atau asosiasi orang-orang cerdik pandai.

 

Sumber :daerah.sindonews.com